Posted by : Andi Novian


Google
Google (sumber: AFP)
"Fokus kami adalah pada pengguna, kami hanya ingin  membuat lebih banyak orang bisa online."Dalam beberapa tahun ke depan, Google berniat untuk memperkenalkan  internet kepada 1 miliar orang lagi, terutama mereka yang ada di negara  berkembang yang selama ini relatif masih belum tersentuh internet.

Hal itu ditegaskan Managing Director of Google  Southeast Asia, Julian Persaud, di depan puluhan wartawan dari sejumlah  negara Asia dan Australia, Senin (2/12), di Singapura, dalam acara  Google Press Event yang sengaja diberi tema "The Next Billion". seperti dilaporkan dari Singapura oleh wartawan Beritasatu.com, Arsito Hidayatullah.

"Saya sebenarnya tidak punya pikiran soal keuntungan secara finansial  (sejauh ini)... fokus kami adalah pada pengguna, kami hanya ingin  membuat lebih banyak orang bisa online," ujar Persaud, yang mengonfirmasi saat ini diketahui sudah ada 2 miliar lebih manusia yang online.

Apa yang diungkapkan Persaud antara lain terefleksikan pada Free Zone,  sebuah program yang baru saja diluncurkan awal November lalu di  Filipina. Bekerja sama dengan Global Telecom, layanan ini memberikan  kesempatan bagi pengguna handphone sederhana untuk mengakses internet  secara gratis, yang mencakup Gmail, Google+, serta Google search  --dengan hasil pencarian yang juga 'clickable'.

Nelson Mattos, Vice President of Product & Engineering for Europe  and Emerging Markets Google, mengungkapkan bahwa ada tiga masalah utama  selama ini bagi layanan internet di negara-negara berkembang. Yaitu  koneksi yang lambat dan mahal, tidak relevannya konten internet dengan  apa yang warga setempat butuhkan, serta belum ada atau masih minimnya  sustainable community di wilayah itu.

Mattos pun lantas banyak memberi contoh betapa menguntungkannya akses  internet bagi sejumlah masyarat di negara berkembang. Salah satunya  adalah kelompok petani di Afrika, yang diketahui setelah mengenal  internet dalam beberapa bulan saja, ternyata mengalami peningkatan  penghasilan hingga 30 persen.

"Jika para petani itu saja bisa meningkatkan pendapatan mereka hingga 30  persen, lalu kenapa tidak mereka semua (masyarakat negara berkembang)  yang kita kenalkan dengan internet," lanjut Mattos.

Sebagaimana dipaparkan Mattos, Free Zone yang masih mungkin  diadaptasi di negara-negara lain, hanyalah salah satu langkah yang  diupayakan Google untuk menginternetkan lebih banyak orang.

Aplikasi email berbasis SMS atau push mail adalah cara lainnya, begitu juga  dengan program Google Trader yang salah satunya diklaim berjalan bagus  sejauh ini di Thailand, juga merangkul dan mengembangkan banyak  komunitas, termasuk pula dengan membangun infrastruktur seperti sejumlah  data center regional

Leave a Reply

DI LARANG TEBAR LINK , KECUALI DI BANNER EXCHANGE !

SERING-SERINGLAH KOMENTAR MAKA ANDA AKAN DAPET BACKLINK KARENA BLOG SAYA UDAH DOFOLLOW

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Site Info





Banner

Sat-Cyber Sat-cyber ANDVROZEN Cleventer-Creation™

- Copyright © 2013 Dark 48 - Namikaze Template v.2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -

Gunakan Google Chrome Untuk Hasil Maksimal